No for that 12 !!!

Standar

Siapa sih yang ga mau punya anak? Semua pasti pernah menginginkan bahkan memimpikannya. Dulu, waktu aku masih duduk di bangku SD pun aku sudah mulai ngebayang-bayangin anak masa depan (kayanya aku aja kali yaa..hehee). Aku inget banget, jaman-jaman itu aku suka banget sama yang namanya main orang-orangan (itu loh, permainan dari kertas dalam wujud orang). Di situ aku sama teman-teman aku, bahkan adik aku sendiri, dengan senangnya main orang-orangan. Ada yang jadi ibunya, kakaknya, adiknya, tetangga, dll. Bajunya lucu-lucu loh! Tapi berhubung kertasnya cuma bergambar perempuan, jadi kita pake sapu lidi yang dipatahin buat jadi orang-orangan versi cowoknya. Aduhhh… lucu banget deh!!! Jadi pengen main lagi. Ada yang mau??? Murah kok, paling cuma 1000 rupiah doang harga per lembarnya.

Nah, dari situ ke sini-sininya, aku pun pernah ngebayangin, entar anakku cewe ato cowo yah, trus tar dikasih nama apa. Ya ampun,,, aku masih inget banget, obrolan ga penting aku bareng teman-temanku waktu SMA dulu. Main bikin-bikinan nama yang bagus en lucu. Oalahhhh..

But,, untuk masa depan aku nanti, aku taulah pasti Tuhan memberikan anak yang paling baik untuk aku. Deeuuuu…

So, aku juga lagi tertarik nih, akhir-akhir ini aku lagi suka baca-baca artikel tentang keluarga dan anak. Hmmm…. Ada apa gerangan??? Namanya juga nabung ilmu buat masa depan… Ga salah dong. Terutama informasi-informasi untuk mendidik anak-anakku nanti. Aku pernah dapet informasi bahwa ada 12 gaya populer ucapan-ucapan yang paling sering diutarakan kepada anak-anak mereka. Dan yang paling parah lagi, jurstru ucapan-ucapan tersebut dapat mengahalangi anak untuk berkomunikasi.

Apa sajakah itu?? Kita familiar banget kok, malah sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Udah diem! Jangan nakal dong! Jangan nangis terus! Dimarahin pak polisi lho nanti! Sudahlah, kalo sekali ini aja kamu nggak bisa, ya pasti kamu nggak akan pernah bisa. Makanya nurut ya sama Mama, berapa kali Mama bilang jangan naik-naik pohon! Sekarang tahu rasa deh! Masa pake sepatu sendiri aja nggak bisa? Bisanya apa dong Dek? Lihat tuh si Adek aja udah selesai makannya. Kamu udah tujuh tahun makan nggak selesai-selesai! Mama bilang, bereskan kamarnya sekarang! Disuntik nggak sakit koq, kaya digigit semut aja. Udah biarin aja, nggak usah dipikirin, nanti juga hilang. Masa gitu aja nangis, katanya udah besar!”

Memerintah, menyalahkan, meremehkan, membandingkan, memberi cap, mengancam, menasehati, membohongi, menghibur, mengeritik, menyindir, menganalisa, itulah dua belas gaya populer penghalang komunikasi.Dua belas gaya komunikasi ini memang sangat populer dan rasanya sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.

Itu adalah kutipan dari psikolog Ibu Rustika dari yayasan Kita dan Buah Hati Jakarta. Hmmm… Kata beliau, ternyata komunikasi yang selama ini terbangun sejak turun temurun antara orangtua, anak, pasangan hidup, teman dan sesama, kebanyakan cenderung mengabaikan perasaan lawan bicara. Padahal komunikasi adalah dasar dari semua hubungan. Jika ada masalah dalam komunikasi, yang pertama kali jadi korban adalah perasaan. Secara alamiah, manusia butuh diterima perasaannya, sehingga dia merasa aman dan nyaman sehingga bisa melanjutkan pembicaraan. Menidakkan perasaan, menasehati, dan melakukan duabelas gaya populer penghalang komunikasi lainnya, bukan saja membuat perasaan lawan bicara semakin tidak nyaman, tetapi juga merusak harga dan kepercayaan diri mereka. Kalau cara berkomunikasi yang kita lakukan masih banyak yang keliru, bagaimana mungkin pesan-pesan yang ingin kita sampaikan dapat diterima oleh anak-anak atau lawan bicara kita. Anak-anak akan menyerap pesan apapun dengan mudah bila mereka dalam kondisi senang, saat sistem limbik dalam otak kita terbuka.

Wahh.. bener-bener pelajaran yang berharga, bukan begitu calon ibu-ibu??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s