Analisis Kualitas Layanan Perpustakaan

Standar

Perpustakaan adalah salah satu alat yang vital dalam setiap program pendidikan, pengajaran dan penelitian bagi setiap lembaga pendidikan dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan adalah inti setiap program pendidikan dan pengajaran atau dalam bahasa asingnya “The heart of educational programs”. Nilai suatu lembaga pendidikan, perguruan tinggi ataupun lembaga riset dan ilmu pengetahuan itu bergantung (dapat diukur kualitasnya) antara lain pada kelengkapan dan kesempurnaan jasa yang dapat diberikan oleh perpustakaannya. Kualitas jasa perpustakaan terhadap para penggunanya merupakan suatu hal yang sangat penting yang pada akhirnya akan mampu memberikan kepuasan kepada penggunanya sehingga diharapkan fungsi dan tujuan perpustakaan tersebut dapat tercapai.
Metoda yang biasa digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah Servqual (Service Quality). Dengan melakukan perhitungan dengan metode Servqual, nilai kepuasan konsumen terhadap mutu jasa dapat diukur di setiap dimensi sehingga dapat ditelusuri dengan mudah apa yang apa sebenarnya mempengaruhi tinggi rendahnya penilaian terhadap mutu jasa keseluruhan. Keterbatasan metoda servqual memungkinkan adanya langkah lanjutan dengan metoda lain agar hasil yang diperoleh lebih objektif dan realistik untuk diterapkan. Pada penelitian ini mencoba untuk dilanjutkan dengan metoda Indeks Potential Gain customer Value (PGCV). Dari metoda indeks PGCV ini dapat mengetahui variabel-variabel yang harus diperhatikan untuk ditingkatkan berdasarkan nilai potensial kepuasan konsumen sekaligus mengetahui pelayanan yang tidak terlalu dipentingkan kualitasnya oleh konsumen.
Dari hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai gap terbesar terdapat pada dimensi Reliability yaitu sebesar -1.59 dan atribut yang mempunyai nilai gap terbesar adalah penyediaan koleksi yang selektif, relative lengkap, segar, variatif dan berdaya guna yaitu sebesar -2.76. Selain itu attribut ini juga merupakan attribut yang perlu mendapatkan prioritas utama untuk diperbaiki kualitasnya dengan nilai indeks PGCV terbobot tertinggi yaitu sebesar 14,48. Dari nilai unwanted service value terlihat bahwa kemungkinan pelanggan tidak menginginkan suatu pelayanan sangat kecil, sehingga pelanggan masih menginginkan perbaikkan kualitas pelayanan untuk setiap variabel kualitas yang ada.

Download di sini!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s