when wedding coming true..

Standar

“Hei, kamu tuh udah dewasa kali!”, begitu kata salah temenku di kantor. Saat itu, aku dan dia lagi seru-serunya ngomongin pernikahan. Oups,, bukannya kerja, eh malah ngobrol. Aku dan dia ngomongin hal-hal yang mungkin akan terjadi nanti setelah menikah. Apakah yang akan dilakukan oleh dua sejoli ketika menikah. Menyeramkankah moment ketika yang haram menjadi halal. Bagaimana persiapannya menjelang hari-H. Salah nggak sih ngomongin pernikahan dari sekarang. “Aduh, aku merasa masih belum dewasa untuk ngobrolin hal-hal seperti itu…”

Hmm, sebuah peristiwa yang menurutku sangat complicated. Tapi, banyak juga diminati oleh kebanyakan manusia untuk melangkah ke pernikahan. Bahkan, nggak jarang juga manusia-manusia muda yang udah kena cinta monyet dengan indahnya membayangkan kehidupan bersama dengan sang pujaan hati nantinya. Termasuk aku dulu, bahkan mungkin juga sekarang. Hayyahh…

Saat pacaran, semua berasa indah. Rasanya dunia tuh bahagiaaaa banget kalo lagi bareng sama si doy. Apa aja yang dilakukan terasa ringan dan mudah. Apalagi kalo lagi menatap si doy. Alamaaakkk,, deg-degan boo!! Sempet terbesit saat itu, “Ohh, pasti kalau menikah itu enak banget. Lebih indah kehidupannya dibanding sekarang. Apa aja  bisa dilakukan berdua. Bisa pacaran sepuasnya. Habisnya kalo masih pacaran kayak gini, masih belum bisa ngapa-ngapain sih. Pegangan tangan aja masih nggak boleh. Cium-ciuman juga nggak boleh. Oww,, jadi pengen cepet nikah deh…”

Padahal, kalo dipikir-pikir, pernikahan itu nggak hanya sekedar melampiaskan hal-hal seperti itu. Akan ada berbagai kisah yang akan terjadi setelah menikah nanti. Pastinya, akan ada sebuah keluarga baru dari dua keluarga. Ada yang bilang, menyatukan dua keluarga dari masing-masing pihak itu sedikit rumit. Hmm, biar lebih pasti mending tanya yang udah nikah aja deh. Di keluarga baru yang akan terjadi nanti, perlu ada pemikiran yang rasional dari sekarang. Seandainya bayi pertama muncul, lalu bayi kedua, lalu dan lalu yang lainnya. Masalah kebutuhan pokoknya, mulai dari makanan, susu, pakaian, dan pendidikannya kelak. Seseorang pernah bilang padaku, “Untuk kebutuhan susu anak-anak aja bisa sampe 1 jutaan lebih sebulan.” Haduh, mahal juga yak…

Belum lagi, persiapan menjelang menikah, terutama resepsinya yang makan biaya besar. Belakangan ini aku temenin sahabatku survey gedung untuk rencana pernikahannya tahun depan. Dan tahukah kamu, kalo biaya sewanya mahal banget, sekitar 30juta. Itu baru gedungnya aja. Kalo kata orang yang udah menikah, budget paling besar itu ada di cathering. Makin banyak tamu yang diundang, maka makin besar juga budgetnya. Hupphh.. Kalo mikirin yang berat-berat kayak gini, kapan aku nikahnya yak?! Oww..oww..oww..

Beberapa hari yang lalu, salah satu temen kantorku berkata dalam kultimnya di suatu pagi. “Hal yang paling membuat saya sedih adalah saat melihat papa saya menangis di hari pernikahan saya. Ketika itu, semua nostalgia saya bersama papa muncul. Selama ini saya hampir selalu bertentangan dengan papa, bahkan sempat terpikir apakah papa sama sekali nggak sayang sama saya. Tapi, semuanya terasa sedih dan terharu ketika papa mengantar saya di hari pernikahan saya.”

Jadi teringat ibu dan ayahku…

Mendengar kultimnya pagi itu, tiba-tiba aku langsung terenyuh. Sedih juga rasanya kalo selama ini aku belum bisa jadi anak yang baik bagi mereka. Dibutuhkan suatu tekad yang kuat untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Menjadi anak yang baik, anak yang solehah, sebelum menjadi seorang ibu yang baik dan teladan bagi anak-anakku nanti. Aku sangat sayang kepada ibu dan ayahku.

So,, sebelum wedding itu benar-benar terjadi dalam hidupku, aku perlu banyak persiapan, baik materi maupun non materi. Dimulai dari puas-puasin dulu deh jadi anak yang baik, abis itu belajar buat jadi pendamping yang baik, juga ibu yang baik. Sementara itu, yuk nabung yuuuukkk buat nikah!! Heheheee..

Bismillah.. Pernikahan itu sebuah ibadah, pasti akan dimudahkan oleh Allah. Let’s prepare, girl !!

*Tulisan ini terinspirasi dari teman-temanku yang sudah menikah, yang akan menikah, juga aku yang ingin menikah..🙂

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s