it’s not the end of happiness…

Standar

Malam minggu kemarin, aku mimpi agak aneh. Tepatnya minggu dini hari (mungkin loh ya, lupa2 inget soalnya), 17 April 2011.

Di mimpi itu, aku berada di sebuah aula besar seperti stadion. Aku bersama abi saat itu. Namun, di tengah2 keramaian orang di sana, aku melihat aa dengan sosok yang lebih tua, mengenakan jubah putih panjang. Aa duduk bersila sambil menyantap nasi kotak di lantai.

Karena penasaran dengan aa, aku menghampiri aa tanpa sepengetahuan abi. Ketika aku mendekati aa, banyak orang yang langsung mengerumuni aa, seolah-olah menghalangi aku untuk bertemu aa. Bahkan hampir semuanya seperti mencemooh aku, melarang aku dan ga mengijinkan aku untuk bertemu aa. Dan selanjutnya, aku lupa lanjutan cerita mimpinya.. (hayyahh..)

Yah, namanya juga mimpi. Suka aneh dan seenaknya sendiri jalan ceritanya. Tapi kalo dipikir2, sepertinya akhir2 ini mimpi aku penuh makna. Kalo sebelumnya aku pernah mimpi dapet tanggal lahir abi (dan bener), sekarang mungkin mimpi ini mengisyaratkan aku agar aku bisa menjaga perasaan orang2 di sekitarku, khususnya aa dan abi. Artinya, aku juga harus mulai berhenti memiliki perasaan dan pikiran yang berlebihan tentang aa, yang justru membuat aku jadi merasa bersalah terus. Life must go on, girl..

Dan malamnya, ternyata aa telepon aku.

Saat itu, aa menanyakan keyakinan dan kemantapan hati aku ke abi. Setelah tahu bahwa jawabanku adalah “Insya Allah, aku yakin dan mantap”, finally aa dengan berjiwa besarnya mengungkapkan keikhlasannya untuk melepas aku. Karena bagi aa, kebahagiaanku lebih penting. Dan menurut aa lagi, jika aku memang lebih bahagia bila bersama abi, aa pun juga harus mendukung dan merelakannya. So, aa pun berdoa untuk semua kebahagiaan aku dan menganggap semua kejadian belakangan ini sebagai pelajaran buat kita semua, untuk menuju kedewasaan kita masing2.

Di telepon itu pula, aa juga bilang kalo aku ga perlu berpikiran macem2 ataupun masih menganggap ini sebagai beban. Biarlah aa yang menanggungnya, yang menyelesaikannya. Karena semua ini butuh proses untuk melaluinya. Yah, aku tau aa itu orang yang kuat dan tangguh, pasti bisa menghadapi ini semua. Jadi inget mimpi aku tadi. Aku ga perlu merasa gimana2 lagi, karena aku dan aa udah punya kehidupan masing2 yang harus dijalani sekarang.

Di samping itu, aa juga menyampaikan salam kenalnya untuk abi. Semoga kita semua masih bisa menjaga silaturahim, tetap saling membantu, dan saling support katanya. Amin. Terima kasih banyak, aa..

Semoga aa juga selalu bahagia di setiap langkah aa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s